Sortali Batak Toba, Ikon Budaya Leluhur yang Terus Dipakai Kaum Pria

SORTALI, hiasan kepala tradisional Batak Toba, terus menjadi simbol kebanggaan bagi kaum pria dalam berbagai upacara adat hingga pertunjukan budaya. Meski zaman semakin modern, penggunaan sortali tak pernah kehilangan tempatnya, terutama dalam kegiatan adat seperti pernikahan, mangalahat horbo, gondang, hingga ritual-ritual keluarga besar.

Sortali yang dikenakan pria memiliki bentuk khas berupa lilitan berwarna merah, putih, dan hitam warna yang diyakini melambangkan keberanian, kesucian, serta keteguhan hati. Selain sebagai bagian dari busana adat, sortali juga merepresentasikan martabat serta posisi seorang laki-laki Batak Toba dalam adat istiadat.

Sortali itu bukan sekadar aksesori, tapi bagian dari identitas. Kalau seorang pria memakai sortali saat acara adat, itu tanda hormat kepada leluhur di berbagai daerah seperti Toba, Samosir, dan Humbang Hasundutan.

Sortali tidak hanya dipakai oleh penari atau tokoh adat, tetapi juga mulai populer kembali di kalangan generasi muda. Banyak anak muda Batak Toba yang menggunakannya ketika menampilkan
tari tortor, mengikuti festival budaya, hingga membuat konten kreatif bertema kearifan lokal.

Pelestarian sortali juga didukung oleh para pengrajin Ulos yang tetap memproduksi hiasan kepala ini dengan teknik tradisional. Beberapa pengrajin bahkan memadukan desain klasik dengan gaya modern agar tetap relevan di mata generasi masa kini.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga budaya, sortali diprediksi akan terus bertahan sebagai simbol kehormatan dan identitas laki-laki Batak Toba. Keberadaannya menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap hidup, dihargai, dan diteruskan dari generasi ke generasi. (Basri Natan Sitanggang – mahasiswa Prodi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya USU)

Related posts

Leave a Comment